Ketika Cinta Terbentur Restu Orangtua


Cinta memang bisa datang dan pergi tanpa kita tau. Dan untuk siapa cinta itu juga kita tidak pernah bisa menebaknya. Tidak ada yang salah dengan cinta, karena cinta merupakan anugerah dari Tuhan untuk kita sebagai umat-Nya, agar merasakan bahagia. namun apa jadinya jika cinta terbentur restu orangtua? Hanya ada dua pilihan, teruskan tapi membuat orangtua kita tidak bahagia, atau lepaskan yang tentunya akan menyakiti hati kita? Hal ini benar-benar penulis alami , dimana hubungan yang terjalin sudah menginjak tahun keempat.Pada awalnya, semua berjalan baik-baik saja. Hingga di tahun keempat, semua terasa sulit untuk dilalui. Banyak hal yang membuat semuanya jadi berantakan.

Sebelumnya , orangtua saya tidak pernah mempermasalahkan tingkat pendidikan seseorang sebelum beliau bertemu dengan teman-teman lamanya semasa mereka SMP. Karena bisikan teman-teman SMP beliau yang mengharuskan saya untuk mencari laki-laki yang tingkat pendidikannya lebih dari saya membuat sikap Ibu ke pacar saya sekarang berubah. Saya tau, setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Begitu halnya dengan ibu saya. Ya, sekedar flashback saja, saya bertemu dengan pacar saya saat sedang pergi ke sebuah acara . Dia bersama temannya yang ternyata pacar teman saya , berada di satu ruang untuk beberapa jam.

Awalnya saya tidak mengira jika hari itu adalah hari yang akan membawa saya kepada hari-hari menyakitkan seperti ini.Sebenarnya, saya juga sering mendengar omongan orang yang mengatakan jika saya bodoh dalam memilih pasangan karena saya tidak memikirkan kehidupan nanti di masa depan. Pacar saya yang sekarang ini sudah menjadi mantan adalah seseorang yang pekerja keras, dia mau bekerja apapun demi mendapatkan uang yang halal. Tapi untuk pendidikan, dia bukan orang yang menginginkan dirinya untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

Beda halnya dengan saya, saya selalu menginginkan yang terbaik untuk pendidikan saya. Banyak sekali target yang harus saya capai di hidup ini salah satunya melanjutkan pendidikan lagi ke S2, bahkan S3. Karena perbedaan ini juga mendorong saya untuk mau tidak mau mempertimbangkan apakah hubungan yang menginjak 4 tahun ini akan dilanjutkan atau sudah hingga disini saja. Di tahun keempat, ada hal yang membuat saya kemudian memilih, kita harus berakhir sampai disini. Dia menjadi laki-laki yang kasar, tidak hanya kasar secara visual tapi juga fisik. Hanya untuk masalah kecil saja dia dengan beraninya menjatuhkan tangannya ke seorang wanita yang dia cintai. Dia dengan tega meninggalkan saya dalam keadaan saya sedang berpuasa di sebuah mall hanya karena masalah kecil. Padahal dia tau saya sangat takut dengan keadaan yang seperti itu.

Padahal, berbicara soal orangtua mantan saya, beliau adalah orang yang benar-benar baik, menghormati dan menghargai saya hingga saat ini. beliau tetap menanyakan kabar saya melalui telepon, saya juga tetap bersilaturahmi ke rumah mantan saya dengan tujuan untuk bertemu dengan ibunya. 4 tahun bukan hal yang mudah untuk dilupakan. Banyak kenangan yang sudah seharusnya terkubur dalam-dalam. Tapi semua itu kembali terbuka setelah dia kembali ke dalam kehidupan saya. Masih terasa bekas luka yang dia berikan dulu saat kami masih menjalin kasih. Masih terasa sakitnya hati karena melihat betapa bodohnya diri ini yang selalu memperjuangkan dia sementara dia bukanlah orang yang baik untuk saya.

Dia meminta kembali . Meminta untuk merajut kasih lagi. Tetapi semuanya sudah berubah. Perasaan yang dulu menggebu kini sudah tidak ada lagi. Saya sudah menjadi wanita yang mandiri, dimana dalam segala hal saya sudah bisa melakukannya sendiri. Saya merasa bahwa tidak ada orangtua yang ingin anaknya sedih. Orangtua pasti tau mana yang terbaik untuk anaknya. Dan saya rasa, alasan dibalik kebencian orangtua saya kepada mantan saya tidak serta merta karena pendidikan , tapi lebih ke sikap dia yang tidak sopan kepada orangtua saya yang baru saya sadari setelah hubungan itu berakhir.jadi, jika kamu berada pada hubungan yang tidak direstui, lebih baik pilih orangtua. Karena mereka akan selalu memberikan kebahagian untuk kita sampai kapanpun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disaat Aku Meragukan Tuhan Ada Menyertai Pekerjaanku

Pertaubatan Ku Dari Lembah Yang Gelap